KMU Insights
Peluncuran Buku “Safety: The Future of Your Business”
Menghubungkan Safety, Bisnis, dan Perjalanan Karier untuk Masa Depan yang Lebih Berkelanjutan.
katigamu
Sebuah gathering yang mempertemukan profesional untuk berbagi wawasan, pengalaman, dan inspirasi tentang bagaimana safety menjadi bagian strategis dalam perjalanan bisnis dan karier. Acara ini menghadirkan Book Talk bersama Ririn Hasanah, penulis Safety Masa Depan Bisnismu, serta sesi diskusi dan networking untuk membangun kembali koneksi, membuka perspektif baru, dan menciptakan peluang kolaborasi. 14 Februari 2026 | 09.00–12.00 WIB Al Jazeera Lounge, Cikini – Jakarta Pusat
Webinar Workplace Fire Safety: Kenali Bahavanva Sebelum Alarm Berbunyi
Saat alarm berbunyi apakah kita tahu harus berbuat apa?
katigamu
Banyak pemilik dan pengelola gedung masih memandang fire protection secara sederhana, terutama sebagai penyediaan APAR dan alarm. Padahal, sistem proteksi kebakaran pada bangunan mencakup proteksi aktif dan pasif yang memiliki fungsi berbeda namun saling melengkapi. Proteksi pasif—seperti fire-rated wall, fire door, fire stopping, dan sistem pembatasan penyebaran api—aspek kerjanya tidak selalu terlihat dalam kondisi normal, sehingga sering kali kurang mendapat perhatian setelah instalasi. Ketika proteksi pasif hanya dipandang sebagai produk yang “sudah terpasang”, fungsi teknisnya dalam mencegah penyebaran api dan asap, mempertahankan integritas kompartemen, serta memberikan waktu bagi evakuasi dan respons darurat menjadi kurang dipahami. Dampaknya, keputusan pengadaan dapat lebih banyak ditentukan oleh harga daripada kesesuaian fungsi, spesifikasi, dan kinerja yang dibutuhkan. Karena itu, nilai sebuah sistem proteksi kebakaran seharusnya dinilai bukan hanya dari berapa biaya produknya, tetapi dari seberapa efektif sistem tersebut menjalankan fungsi keselamatan yang dirancang untuknya.
Webinar Nasional Carbon Readiness
Mengubah data carbon menjadi alat pengendali Biaya Operasional yang efektif
katigamu
Data karbon sering kali masih dipersepsikan sebatas sebagai kelengkapan pelaporan tahunan untuk memenuhi tuntutan kepatuhan dan transparansi ESG. Namun, dalam konteks global saat ini—ketika tekanan terhadap dekarbonisasi, efisiensi sumber daya, dan pengendalian biaya semakin meningkat—data carbon seharusnya diposisikan lebih strategis sebagai decision-support tool untuk memahami kinerja operasional secara kuantitatif. Dengan pengelolaan data yang tepat, carbon footprint dapat menjadi indikator untuk mengidentifikasi inefisiensi energi dan sumber daya, pemborosan proses, aktivitas dengan intensitas emisi tinggi, serta area yang memiliki peluang perbaikan (room for improvement). Dengan demikian, pengukuran emisi tidak berhenti pada berapa besar emisi yang dihasilkan, tetapi berkembang menjadi di mana emisi tersebut berasal, apa penyebabnya, dan berapa besar potensi saving yang dapat diperoleh melalui perbaikan. Pendekatan ini mengubah data karbon dari sekadar compliance reporting menjadi instrumen untuk mendorong operational efficiency, cost saving, risk management, dan continuous improvement.